Menyajikan Berita Secara Informatif

Pilkades di Deli Serdang, Junaidi Parapat : Gunakan Hati Nurani

331

Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Deli Serdang Junaidi Parapat menghimbau masyarakat menggunakan hati nurani dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) esok. Pemilih harus mempertimbangkan kemampuan calon dalam memimpin dan menata pemerintah desa. Tak kalah penting, moralitas calon harus dipertimbangkan. Karena, jika tidak masyarakat sendiri yang akan merasakan efek negatifnya.

“Jangan karena calon itu keluarga, kita pilih dia, walau kapabilitasnya rendah. Apalagi karena uang, ini sangat bahaya” jelas Junaidi.

Hal itu diungkapkannya menanggapi pelaksanaan Pilkades di Kabupaten Deli Serdang secara serentak, esok hari, Senin 18 April 2022.  Terdapat 304 desa yang melakukan Pilkades secara serentak.  Bupati Kabupaten Deli Serdang pun telah mengeluarkan surat tentang libur kerja bagi PNS dan masyarakat umum agar dapat menggunakan hak pilihnya.

Junaidi mengatakan kepala Desa itu unsur pemerintah yang terendah, yang langsung bersentuhan dengan warga. Karena itu, warga harus memilih calon yang memiliki kapabilitas dan moralitas yang tinggi. Jika yang terpilih, calon yang tidak berkualitas dan tidak memiliki moralitas, warga sendiri yang palig rugi.

“Ngurus KTP, KK, misalnya jadi sulit. Penggunaan dana ADD tidak tepat sasaaran. Karena apa.. Calon itu pasti berpikir gimana mengembalikan duit yang sudah dikeluarkan” terang Junaidi.

Menurut Junaidi, pada Pilkades di Deli Serdang tahun ini praktek money politic (politik uang) berpeluang terjadi. Bahkan, dari pengakuan warga di suatu desa para calon itu melakukan praktek money politik itu dalam bentuk sembako. Salah satu calon memberi sirup, minyak goreng. Sementara calon lainnya memberi beras kepada pemilih.

“Sekilas ini menguntungkan, tapi bisa efek buruk jangka panjangnya. Jadi, sebaiknya, baik kita calon atau pemilih berupaya lah meninggalkan politik uang itu” himbau Junaidi.

Junaidi memaparkan pemilihan kepala desa itu sebenarnya event penting bagi masyarakat. Dalam Pilkades itu  masyarakat akan dilatih berdemokrasi, karena masyarakat terlibat langsung dalam Pilkades itu. Sebagian warga  menjadi tim sukses calon – calon kepala desa tersebut, walau ada juga masyarakat yang cuma mengamati.

“Biasanya calon – calon yang maju dalam Pilkades itu juga udah dikenal masyarakat.  Jadi, keterlibatan masyarakat dalam Pilkades, itu sangat tinggi. Karena itu, moralitas dan sikap demokratis mesti dijunjung tinggi” jelas Junaidi.

Selain itu, Junaidi mengkritisi pelaksanaan Pilkades ini dari sisi penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT). Banyak manyarakat yang mengaku tidak terdaftar dalam DPT itu. Padahal, ada waktu untuk melakukan validasi data. “Seharusnya, panitia Pilkades ini jeli. Setiap dusun  divalidasi lagi, siapa yang belum terdaftar, ya dimasukkan ke DPT itu” tutur Junaidi.

Namun Junaidi, validasi ini akan mengalami kesulitan jika Pemerintah Desa tidak memiliki data kependudukan yang akurat. Higga saat ini, pemerintah desa hanya bergantung pada data  yang diberikan oleh Pemerintah Kecamatan. Karena  itu, Junaidi berharap pemerintah desa yang akan datang dapat menyusun data kependudukan di desa bersangkutan secara akurat.

Leave A Reply

Your email address will not be published.